Pengembangan Konsep Pertanian Terpadu di Desa Klurahan..


 2020-03-18 |  Root

PENGEMBANGAN KONSEP PERTANIAN TERPADU DI DESA KLURAHAN, KECAMATAN NGRONGGOT, KABUPATEN NGANJUK,

PROPINSI JAWA TIMUR

 

 

Desa Klurahan, merupakan salah satu desa dengan jumlah penduduk mencapai 9.196 jiwa, merupakan desa yang luas. Ternak ayam petelur sudah lama digeluti oleh masyarakat Desa Klurahan, karena sebagian merek a bermata pencaharian sebagai petani juga sebagian juga beternak ayam petelur. Saat musim tanam MK I, dan MK II petani di Desa Klurahan menanam tanaman jagung.

Petani sekaligus peternak ayam petelur di DesaKlurahan, Kecamatan Ngronggot sudah diberi pelatihan dari Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) desa  setempat beserta  Tim Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngronggot, untuk pembuatan pupuk organik dengan bahan dasarnya kotoran ayam petelur. Hal ini bertujuan agar petani sekaligus peternak dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam pembuatan pupuk organik.  Sambil menunggu hasil panen, petani peternak tersebut setiap hari mampu menghasilkan rata-rata telur sebanyak 45 – 50 Kg / 1000 ekor ayam petelur.

Dengan bertani dan beternak, sebagian orang sudah merasakan manfaatnya dari kedua usaha yang mereka tekuni. Manfaat yang saling timbal balik dari kedua usaha tersebut antara lain :

Hasil panen tanaman jagung dijadikan pakan ayam petelurnya, dan kotoran ayam petelur, mereka kumpulkan dan akan diolah menjadi pupuk organik yang akan dikembalikan lagi ke tanah sawahnya.

Tanah sawah menjadi lebih subur.

Kesejahteraan dan pendapatan petani meningkat dari kegiatan usahatani dan beternaknya.

 

Pemasaran telur dari Desa Klurahan sudah meluas, karena pedagang pengepul bisa mengambil dalam jumlah banyak di Desa Klurahan. Dalam pasar lelang dan saat memperingati pameran Hari Krida Pertanian yang diadakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, telur dari Desa Klurahan merupakan salah satu andalan yang ditampilkan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngronggot, dengan tujuan untuk terus mempromosikan sehingga pasar telur tersebut terus meluas. Sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani / peternak tersebut meningkat.

 

 

 

 

 

  • Penulis : HESTI NOVA RINA SARI, SP
  • Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ngronggot
  • Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur